Perolehan Setoran Pajak Singapura Capai Angka Puncak Rp1.200 Triliun

Perolehan Setoran Pajak Singapura Capai Angka Puncak Rp1.200 Triliun
PHK di Singapura sentuh angkat tertinggi sejak Covid-19 (FOTO: NET)

SINGAPURA - Pemasukan dari sektor perpajakan Singapura mencatatkan rekor hingga SGD 97,3 miliar (berkisar Rp 1.200 triliun) atau setara US$ 76,9 miliar dalam periode fiskal 2025/2026.

Perolehan kas ini disokong oleh dinamika kegiatan ekonomi serta pengeluaran belanja warga yang makin bergairah.

Otoritas Pendapatan Dalam Negeri Singapura (IRAS) mengemukakan perolehan pajak tersebut melambung 9,4% dibanding periode lalu sekaligus mencetak sejarah tertinggi bagi otoritas tersebut.

Periode pembukuan anggaran Singapura 2025/2026 ditutup resmi per 31 Maret 2026.

Akumulasi pendapatan perpajakan tersebut berbanding lurus dengan 12,3% dari total produk domestik bruto (PDB) Singapura.

Sektor pajak penghasilan korporasi memegang peran sebagai penyumbang kas terbesar dengan porsi melampaui 35% atas total pemasukan.

Pungutan atas barang dan jasa alias goods and services tax (GST) menempati urutan penerimaan kedua terbesar lewat porsi 22%.

Sedangkan pos pajak penghasilan perseorangan menyumbangkan angka 21,5%.

Di samping tugas menghimpun penerimaan, IRAS turut menyalurkan dana bantuan mendekati SGD 1,2 miliar (berkisar Rp 15,2 triliun) berupa hibah serta insentif kepada sekitar 126.200 unit bisnis lewat pelbagai program karunia sepanjang tahun anggaran tersebut.

IRAS pun menggelar pengawasan dan pemeriksaan atas 8.560 perkara yang menyeret wajib pajak nakal karena sengaja menghindar dari kewajiban penyetoran.

Melalui tindakan hukum ini, instansi perpajakan sukses menyelamatkan uang negara berkisar SGD 589 juta (berkisar Rp 7,5 triliun) yang mencakup tunggakan pajak beserta denda.

Prospek pertumbuhan ekonomi Singapura diprediksi menyentuh 5% di tahun 2026, melaju dibandingkan performa 3,5% pada 2025.

Estimasi pergerakan ini disimpulkan dari perhitungan para pengamat ekonomi.

Singapura turut mengukuhkan posisi sebagai wilayah dengan PDB per kapita puncak di Asia sekaligus menempati urutan kedelapan di tingkat dunia pada periode tahun lalu.

Merujuk pada catatan Dana Moneter Internasional (IMF), PDB per kapita Singapura menyentuh US$ 99.365 (berkisar Rp 1,6 miliar).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index